Astaghfirullah, Beredar Jilbab Bermotif Porno Di Pontianak


Dua helai kain untuk jilbab milik Ayu Musnitawati (25), warga Jl Padi, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, bermotif tidak semestinya. Jilbab yang dibeli seharga Rp 35.000 per helai itu, bergambar pria dan wanita tanpa busana saling berhadapan bergandengan tangan. Di sisi lainnya, ada gambar seorang pria juga tanpa busana tengah memegang busur dan anak panah.
Ayu yang baru menyadari gambar-gambar tidak pantas tersebut ada di kain jilbabnya sontak terkejut bukan main.

"Tidak sadar. Padahal belinya sudah setahun lalu. Kemudian, saat saya nyetrika tadi kok seperti melihat ada gambar tanpa busana. Saya bilang sama teman dan suami, diperhatikan oh iya memang gambar tanpa busana," kata Ayu saat ditemui Wartawan, Sabtu (13/2/2016) malam. Ayu mengaku membeli kain jilbab tersebut setahun lalu di sebuah toko busana Muslim di bilangan Kota Baru, Pontianak. Ia menuturkan, jilbab ini biasa ia gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Baik sekadar bersosialisasi di sekitar rumah, hingga untuk bekerja di sebuah klinik bersalin di Roban. "Karena dilipat segitiga, ya saat dipakai tidak nampak gambarnya. Tertutup sama lipatan. Apalagi gambarnya memang kecil," ucap Ayu. Tidak hanya dirinya, seorang temannya juga membeli kain serupa, namun beda warna. Jika miliknya dominan biru, milik temannya itu dominan merah muda. Ia membelinya saat masih kuliah.

"Kemarin itu masih kuliah dan pas try out di Pontianak, jalan-jalan di waktu senggang sama teman nyari jilbab. Tidak ada yang berbeda waktu milih karena di deretan jilbab semua, namanya juga toko jualan busana Muslim," kenang Ayu. Seingatnya, kain jilbab tersebut dipanjang di sebuah toko di Lantai 2 di Kota Baru. Menurutnya, toko busana Muslim tersebut kini sudah berubah namanya. Ia tidak tahu apakah penjualnya tetap sama, atau kini malah orang lain.

Ayu berharap jilbab dengan motif tidak pantas ini tidak dijual bebas di pasaran. Apalagi bisa saja tanpa sengaja terbawa atau digunakan saat menunaikan ibadah. Setelah mengetahui bermotif tidak senonoh, Ayu pun tidak akan memakai jilbab tersebut lagi.

"Malas sudah mau pakainya. Bagus dijadikan (kain) pel," tegasnya.
Suami Ayu, Bripda Sandy Biantoro, juga baru menyadari kalau jilbab yang dikenakan istrinya sehari-hari ternyata punya gambar yang tidak pantas. Sebelumnya seolah tidak ada yang aneh dari jilbab itu. Ia baru tahu setelah diberitahu Ayu.

"Kami sama-sama tidak sadar. Soalnya gambarnya kecil sekali kan. Kemarin selesai istri saya menyetrika, ternyata ada gambar itu," ujar Sandy. Tidak ingin kejadian ini menimpa masyarakat lain, Sandy kemudian memutuskan meng-upload foto jilbab ini di grup Facebook, Singkawang Informasi. "Aneh. Kok bisa ada gambar seperti itu. Kemudian saya upload agar masyarakat tahu. Siapa tahu ada juga yang beli dengan motif yang sama dengan jilbab istri saya ini," tegasnya.

Personel Kepolisian ini pun mengimbau masyarakat untuk waspada. Sebab tindakan menjual jilbab dengan gambar tak senonoh ini bisa meresahkan. Jika dilihat sekilas, memang tidak ada yang aneh dari jilbab dimiliki Ayu. Gradasi warna biru laut, biru awan, dan hitam menjadi warna utama. Terlebih saat Ayu mempraktikkan cara ia melipat jilbabnya. 

Tidak akan kentara jika terdapat gambar-gambar yang tidak pantas seperti gambar dua sejoli tanpa busana. Yang ada, hanya perpaduan ciamik antara permainan warna dari sebuah jilbab. Namun saat dilihat seksama, baru bisa dilihat motifnya. Ada tulisan, ada gambar matahari, hewan yang biasa menghiasi horoskop, hingga bulatan mirip dua tanduk di atasnya. Selain itu, adajuga gambar kompas terlihat jelas. Setidaknya ada lima gambar kompas yang terdapat di jilbab ini.

Untuk tulisan ada beberapa seperti Gattinoni, Harmonius Mundi, hingga Horus. Penelusuran Wartawan, Gattinoni identik dengan sebuah merk atau label pakaian dari Negeri Piza Italia. Sedangkan Harmonius Mundi adalah buku yang ditulis Johanes Keppler. Menariknya, tertulis juga Horus. Menurut ensiklopedia bebas, Wikipeddia, Horus adalah satu di antara dewa paling penting dalam agama Mesir kuno. Ia dipuja sejak kurun pra-dinasti hingga masa Yunani dan Romawi. Horus adalah putra Isis dan Osiris.

Dalam Pantheon Mesir, Horus dipuja sebagai Dewa Langit, Dewa Perang, dan Dewa Pelindung. Berbagai bentuk perwujudan Horus tercatat dalam sejarah. Tetapi dianggap sebagai dewa-dewa berbeda oleh Egyptolog. Berbagai bentuk yang berbeda ini, mungkin merupakan berbagai persepsi yang sama, namun berlapis-lapis yang menonjolkan ciri tertentu atau hubungan sinkretis satu sama lain, sesuai dengan cara pandang Mesir Kuno memandang bahwa terdapat banyak aspek dari realitas. 

Bentuk perwujudan paling awal dari Horus adalah Rajawali yang merupakan Dewa Pelindung Nekhen di Mesir Atas. Horus merupakan salah satu dewa nasional pertama Mesir. Dewa ini secara khusus dikaitkan dengan raja yang ketika hidup dianggap sebagai manifestasi Horus di muka bumi dan sebagai Osiris ketika wafat.


Jilbab milik Ayu ini tidak memiliki merk ataupun keterangan produk. "Merk tidak ada. Biasanya memang ada merk. Minimal diselipkan kecil di pojokan jilbab. Minimal ada keterangan, begitulah," ucap Ayu.

Kami mencoba menelusuri toko yang diduga tempat beredarnya jilbab yang dibeli Ayu di kawasan Kotabaru Pontianak. Ayu sempat mengatakan toko tempat dirinya membeli jilbab tersebut, kini sudah berganti nama. Di sekitar lokasi yang disebut Ayu, Kami hanya mendapati dua toko yang menjajakan aneka busana Muslimah.
Di dua toko itu, memang dipenuhi pernak-pernik busana Muslimah. Mulai dari jilbab berbagai model, hingga pakaian Muslimah lainnya.
Di lantai dasar bagian depan, berderet jenis, corak, ataupun motif aneka jilbab terpajang. Namun, menurut seorang pelayan perempuan, koleksi jilbab lebih banyak di lantai dua. Di Lantai 2, sejak menginjakkan kaki, sejauh mata memandang sudah disambut deretan jilbab tersusun rapi.

Mewakili pemilik toko, satu di antara karyawati, Neti (30), mengaku belum pernah melihat model jilbab bermotif manusia tanpa busana.

"Belum pernah lihat. Makanya tadi kaget juga kan lihat (foto)ny. Kalau motif yang hampir mirip sih memang ada yang hampir sama dengan bahan garis-garis yang kami jual di atas (Lantai 2)," ujarnya.