Apakah Anda Sering Bermimpi? Ini Lima Pesan yang Disampaikan Rasulullah Apabila Bermimpi


Mimpi atau orang biasa mekatakan sebagai bunga tidur ini, kemungkinan sudah pernah dialami oleh setiap orang. Ada yang bermimpi indah namun terkadang juga ada yang bermimpi buruk. Namun, apa yang harus dilakukan apabila seseorang bermimpi? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sang teladan mulia meninggalkan pesan untuk umatnya. Ini pesan-pesan yang disampaikan Rasulullah ketika seseorang bermimpi:

1. Tidak Berdusta Mengenai mimpi
Ibnu Abbas Nabi saw sabdanya, “Barangsiapa yang mengaku-aku bermimpi melihat sesuatu yang sebenarnya tidak dilihatnya dalam impian, maka ia akan dipaksa untuk mengikatkan dua biji syair, tetapi ia tidak kuasa untuk melakukannya dan barangsiapa yang mencuri untuk mendengar pembicaraan sesuatu kaum, sedangkan mereka benci kalau hal itu didengar olehnya, maka dituangkanlah di kedua telinganya itu timah yang cair pada hari kiamat. Juga barangsiapa yang menggambar sesuatu gambaran – yang mempunyai ruh dan berbentuk jisim, maka ia akan disiksa dan dipaksa untuk meniupkan ruh di dalam gambarannya itu, sedangkan ia tidak kuasa meniupkan ruh di dalamnya.” (HR. Bukhari)

2. Memuji Allah dan memberitahukannya pada orang lain bila bermimpi baik.
Abu Said al-Khudri bahwasanya ia mendengar Nabi saw bersabda, “Jikalau seseorang di antara engkau semua bermimpi melihat sesuatu impian yang ia menyukainya maka hanyasanya impian itu adalah Allah Ta’ala. Maka itu hendaklah mengucapkan pujian kepada Allah atas impian tadi -yakni membaca Alhamdulillah -dan hendaklah memberitahukan impiannya itu – pada orang lain.” Dalam HR. lain disebutkan, “Maka janganlah memberitahukan impiannya tersebut, kecuali kepada orang yang ia mencintainya.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

3. Berlindung kepada Allah dan tidak memberitahukannya pada orang lain bila bermimpi buruk.
Abu Qatadah, berkata, “Nabi saw bersabda, Tetapi jikalau bermimpi melihat impian yang selain demikian – yaitu impian buruk dan tidak disukai, maka hanyasanya impian tadi adalah syaitan. Oleh karena itu hendaklah ia memohonkan perlindungan kepada Allah pada keburukannya-yakni membaca ta’awwudz – dan janganlah menyebut,nyebutkannya kepada orang lain, sebab sesungguhnya impian sedemikian itu tidak akan membahayakan dirinya.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

“Impian buruk itu dari syaitan. Maka barangsiapa yang melihat sesuatu impian yang ia tidak menyukainya, hendaklah ia meniup di sebelah kirinya sebanyak tiga kali dan hendaklah pula memohonkan perlindungan kepada Allah dari syaitan – yakni membaca ta’awwudz yaitu A’udzu billahi minasy syaithanir rajim, karena sesungguhnya impian buruk tadi tidak akan membahayakan dirinya.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

4. Meludah atau merubah posisi tidur jika bermimpi buruk.
Jabir Rasulullah saw, sabdanya, “Jikalau seseorang di antara engkau semua melihat impian yang ia tidak menyukainya, maka hendaklah ia berludah di sebelah kirinya tiga kali dan hendaklah pula ia memohonkan perlindungan kepada Allah godaan syaitan – yakni membaca ta’awwudz -sebanyak tiga kali dan lagi baiklah ia beralih sebelah yang ia tidur di atasnya tadi – yaknr kalau tadinya miring kiri hendaklah beralih ke kanan dan demikian pula sebaliknya.” (HR. Muslim)

5. Bermimpi melihat Rasulullah maka itu adalah benar.
Abu Hurairah puta, berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bermimpi melihat saya dalam tidur, maka ia akan melihat saya di waktu jaga – yakni melek dan. ini ditakwilkan sewaktu di akhirat nanti – atau seolah-olah ia melihat saya di waktu jaga, karena syaitan itu tidak dapat menyerupakan dirinya dengan diriku,” maksudnya tidak dapat menjelmakan diri.

Sumber: Jejak Rasulullah
[jsc]