Gerhana Bulan akan Sebabkan Naiknya Pasang Surut Air Laut, dan Akan Berpotensi Banjir di Beberapa Daerah


Gerhana bulan total 31 Januari 2018 akan terlihat di seluruh Indonesia. Terjadinya gerhana bulan ini akan menyebabkan naiknya pasang surut air laut dan kemungkinan akan menyebabkan banjir di kawasan pantai yang sering terjadi banjir.

Menurut Astronom Observatorium Bosscha, Evan Irawan Akbar, gerhana bulan tidak berpengaruh ke kehidupan, hanya membuat pasang surut air laut lebih tinggi dari biasanya.

“Jadi kalau dibandingkan dengan kenaikan air laut biasanya, cuma berbeda 25 persen. Potensi banjir lebih disebabkan oleh topografi/bentuk permukaan daratan. Misalnya apakah bibir pantai lebih rendah dari muka air laut,” ujar Evan kepada Republika.co.id, Selasa (30/1).

Evan menjelaskan, gaya pasang surut saat gerhana bulan kali ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gaya pasang surut saat supermoon biasanya. Jadi kalau lokasinya bukan kawasan pantai yang langganan banjir, tidak akan terjadi apa-apa.

Proses terjadinya gerhana bulan Rabu (31/1) dimulai pukul 18:48 WIB, bagian bawah (sisi Timur) purnama mulai tergelapi oleh bayangan bumi. Kemudian pukul 19.52 sampai 21:08 bulan menjadi gelap kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti bumi.

Warna merah disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Setelah itu secara perlahan cahaya purnama mulai tampak dari bagian kanan bawah (Timur). Dan proses gerhana berakhir pada pukul 22:11 WIB.Gerhana bulan total 31 Januari 2018 akan terlihat di seluruh Indonesia. Terjadinya gerhana bulan ini akan menyebabkan naiknya pasang surut air laut dan kemungkinan akan menyebabkan banjir di kawasan pantai yang sering terjadi banjir.

Menurut Astronom Observatorium Bosscha, Evan Irawan Akbar, gerhana bulan tidak berpengaruh ke kehidupan, hanya membuat pasang surut air laut lebih tinggi dari biasanya.

“Jadi kalau dibandingkan dengan kenaikan air laut biasanya, cuma berbeda 25 persen. Potensi banjir lebih disebabkan oleh topografi/bentuk permukaan daratan. Misalnya apakah bibir pantai lebih rendah dari muka air laut,” ujar Evan kepada Republika.co.id, Selasa (30/1).

Evan menjelaskan, gaya pasang surut saat gerhana bulan kali ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gaya pasang surut saat supermoon biasanya. Jadi kalau lokasinya bukan kawasan pantai yang langganan banjir, tidak akan terjadi apa-apa.

Proses terjadinya gerhana bulan Rabu (31/1) dimulai pukul 18:48 WIB, bagian bawah (sisi Timur) purnama mulai tergelapi oleh bayangan bumi. Kemudian pukul 19.52 sampai 21:08 bulan menjadi gelap kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti bumi.

Warna merah disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Setelah itu secara perlahan cahaya purnama mulai tampak dari bagian kanan bawah (Timur). Dan proses gerhana berakhir pada pukul 22:11 WIB.

Sumber: [dmn]