Komisi III: Jadi Ancaman yang Menyangkut Kelangsungan Hidup Bangsa, LGBT Patut Dipidana


Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menegaskan bahwa promosi paham Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) sangat marak. Bahkan, ia memaparkan para aktivis LGBT berlindung di balik HAM.

“Aktivitas promosi LGBT itu kami lihat dan pantau ada, termasuk oleh LSM dan aktivis kegiatan sosial dan HAM dengan berlindung dibalik prinsip-prinsip HAM universal. Aktivitas seperti ini bisa kita tarik kebelakang beberapa tahun lalu, misalnya ketika di tahun 2007 ada pertemuan besar di Yogyakarta yang melahirkan The Yogyakara Principles,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (24/01/2018).

“Dan dengan makin meluasnya teknologi informasi maka hal-hal yang terkategori sebagai promosi LGBT juga kita bisa jumpai di berbagai medsos,” sambung politisi PPP ini.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa aktivis LGBT yang melakukan promosi harus dipidana. Arsul menyebut, promosi LGBT ancaman yang menyangkut kelangsungan hidup bangsa yang bermoral.

“Ancaman terhadap promosi LGBT adalah ancaman yang menyangkut kelangsungan hidup anak bangsa yang sehat, bermoral dan punya nilai keagamaan dan etik yang benar. Karena itu mereka yang menimbulkan ancaman seperti itu patut dipidana. Ada 17 negara yang telah mendahului Indonesia memiliki UU larangan promosi LGBT,” terangnya.

Ia juga menjelaskan contoh promosi LGBT adalah mengadakan acara untuk LGBT dan mengajak yang bukan LGBT untuk terang-terangan menjadi bagian dari kelompok LGBT. Selain itu juga mempromosikan perkawinan sejenis.

“Di RKUHP belum masuk, karena itulah PPP mendorongnya untuk masuk atau mengajukannya sebagai RUU tersendiri,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Sumber: [kiblat]