Menurut Gus Nur, Inilah Lima Musuh Utama Umat Islam


Sugi Nur Raharja atau biasa dikenal dengan Gus Nur, menyampaikan lima musuh utama umat Islam yang harus diperhatikan saat ini. Yaitu sekuler, liberal, pluralis, komunis dan syiah. Ia menginginkan agar umat Islam dapat mengenal musuh tersebut sehingga dapat bersatu melawannya.

“Umat Islam itu adalah saudara kita sedulur, sementara sekuler, liberal, komunis, pluralis dan syiah itu adalah musuh kita yang sebenarnya,” katanya dalam acara Tabligh Akbar di depan Masjid Al-Fattah Jati, Cemani, Grogol, Sukoharjo pada Kamis malam (18/01/2018).

Menurutnya, sekuler adalah musuh yang paling semangat menjalankan agenda mereka. “Karena sekuler ingin sekali memisahkan negara dari agama, sekuler adalah musuh kita yang paling utama, karena mereka sangat semangat sekali ingin memisahkan agama dari negara,” ujarnya.

Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa semua yang ada di atas muka bumi ini harus memiliki aturan untuk mengingatkan hal-hal yang tidak baik. Dengan demikian, agama adalah sebagai pengatur kehidupan yang ada di atas muka bumi ini.

“Bisakah negara tanpa agama, keluarga tanpa agama? Ya nggak bisa!” ungkapnya.

Musuh selanjutnya adalah liberal, ia menjelaskan bahwa liberal adalah sebuah ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Secara umum, lanjutnya, liberal mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas dengan ciri kebebasan berpikir bagi setiap individu.

Ia menilai liberal sangat luas diberi tempat untuk menyampaikan pemahamannya di Indonesia dan seperti tidak terkena hukum. “Parahnya mereka (liberal) itu di Indonesia memiliki panggung dan seperti tidak terkena hukum, ujarnya.

Musuh yang ketiga adalah pluralisme, ia menjelaskan bahwa pluralisme adalah menganggap semua agama benar. Hasilnya adalah seseorang dapat memiliki lebih dari satu keyakinan. Untuk itu ia menyampaikan agar umat bisa tegas dan memiliki prinsip yang kuat untuk menjaga akidah.

Kemudian musuh yang keempat menurutnya adalah komunis. Dalam hal ini, ia meminta kepada umat untuk mendoakan ustadz Alfian Tanjung yang tengah ditahan dan menjadi tersangka dugaan ujaran kebencian.

“Bagaimana ya, yang disampaikan ustadz Alfian Tanjung itu fakta kok dan harus disampaikan kepada umat sebagai ustadz. Eh kok malah dianggap ujaran kebencian,” katanya.

Musuh yang terakhir adalah syiah. Dalam menyikapi musuh yang satu ini ia mengimbau untuk patuh terhadap para ulama.

Tabligh akbar dimulai pada tepat pada pukul 19.30 sesuai yang direncanakan oleh panitia dan berakhir sekitar pukul 22.30. Sementara itu walaupun hujan mengguyur, terlihat ratusan jemaah memadati komplek Masjid Al-Fattah Jati.
[hkc]