Soal Kasus Joshua, Penanganan Lamban Tunjukkan Adanya Ketimpangan Hukum


Dugaan pelecehan Islam oleh komedian Joshua dan Ge Pamungkas dalam lawakannya di panggung stan up commedy menimbulkan reaksi di tengah masyarakat. Lambannya penanganan terhadap kasus itu dinilai jadi bukti ketidakadilan hukum.

Koordinator Divisi Muslimah Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) Jawa Barat, Nurul Latifah turut bereaksi atas kasus yang melibatkan Joshua dan Ge. Menurutnya apa yang dilakukan oleh kedua komika ini sangat tidak pantas dan menyakiti hati umat Islam.

“Apa yang mereka lakukan jelas telah menyakiti hati umat Islam apalagi mereka yang tertancap akidah dalam dirinya, dan lawakan yang mereka sampaikan sangatlah murahan,” kata Nurul Latifah di Bandung, Sabtu (20/01/18).

Nurul lantas menyoroti proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian terhadap laporan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Joshua. Sementara, sampai saat ini juga tak ada pernyataan permintaan maaf yang dilakukan keduanya terhadap umat Islam.

“Jelas ini menimbulkan kekecewaan umat terhadap penegak hukum, meski hal yang demikian tidak terjadi satu kali saja,” lanjutnya.

“Sebenarnya tindakkan penegak hukum yang seperti ini telah menunjukan sebuah ketimpangan hukum di negeri ini,” tutur Nurul.

Dia lantas menyinggung perlakuan terhadap Ustadz Zulkifli Muhammad Ali langsung ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menghina SARA. Mahasiswi sebuah universitas di Bandung ini menyesalkan ketimpangan hukum dan sikap tebang pilih aparat.

“Tapi mengapa kedua komika ini yang sudah jelas masih tidak di proses secara tegas,” kata Nurul.

Dirinya menyebut agama apapun pasti tak rela untuk dijadikan lelucon oleh orang lain, terlebih dilakukan oleh penganut agama lain. Sebab bagi penganut agama apapun pasti akan menganggap agamanya sebagai hal yang luhur.

“Maka menepatkan agama sebagai bahan lawakan adalah kesalahan fatal, kecuali orang tersebut sudah siap konsekuensinya. Agama apapun itu jelas bukan hal yg tepat menjadikannya sebagai bahan lelucon,” tandasnya.

Sumber: [kiblat]