Soal Penganiayaan Terhadap KH Umar Basri, Inilah Pelaku dan Kronologi Kejadiannya


Asep (50) ditangkap polisi setelah nekat menganiaya Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah Cicalengka KH Umar Basri (60). Pelaku menganiaya Umar menggunakan kayu.

“Pelaku menganiaya korban menggunakan kayu alas kaki untuk azan,” ucap Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto via pesan singkat, Senin (29/1/2018).

Hari menjelaskan saat peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/1) lalu, pelaku memang berada di dalam masjid Al Hidayah, Kampung Santiong RT 03/01 Desa Cicalengka, Kabupaten Bandung. Usai melaksanakan ibadah salat subuh, korban sempat berkomunikasi dengan pelaku.

“Korban bertanya, ‘saha anjeun?’ (Siapa anda). Lalu pelaku menjawab, ‘saya orang sini, kamu berani sama saya. Dia jawabnya pakai bahasa Sunda,” kata Hari.

Tanpa basa basi lagi, pelaku langsung menganiaya korban menggunakan kayu alas kaki untuk adzan. Korban dipukul menggunakan kayu tersebut ke beberapa bagian tubuh korban.


“Satu kali ke arah perut dan dua kali ke arah kepala. Setelah menganiaya, pelaku lari keluar masjid,” kata Hari.

Direktur Reserse Kriminal Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan sebelum penyidik Ditreskrimun Polda Jabar dan Satreskrim Polres Bandung sudah meminta keterangan saksi. Menurut Umar, pelaku sempat meracau di dalam masjid.

“Pelaku sempat menendang alas berdiri adzan terlebih dahulu. Lalu dia mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas. Kata-kata itu yang terdengar hanya ‘pinerakaeun’ (calon neraka). Kemudian pelaku duduk dekat tiang tengah,” kata Umar via pesan singkat.

Polisi berhasil menangkap Asep. Ia ditangkap di Al Mufathalah yang tak jauh dari lokasi penganiayaan Umar.
[dmc]