Bagaimana Adam Bisa Mengenal Nabi Muhammad, Padahal Beliau Saat itu Belum Diciptakan?


Ibnu Abi Najih berkata dari Mujahid, ia berkata, “Ya Allah, tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Engkau, Maha Suci Engkau dan segala puji bagi-Mu.

“Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim pada diriku, kasih sayangiah diriku. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik Penyayang. Ya Allah, tioda Ilah yang berhak diibadahi selain Engkau, Maha Suci Engkau dan segala puji bagi-Mu.

“Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim pada diriku, ampunilah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Al-Hakim meriwayatkan dalam kitab Mustadrak dari jalur Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkaitan dengan firman Allah ta’ala, “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya.” (QS. al Baqarah: 37)

Kejadian ini diperkirakan setelah ia melakukan kesalahan karena memakan buah Khuldi.

(lbnu Abbas) berkata, Adam berkata, “Wahai Rabbku, bukankah Engkau telah menciptakanku dengan tangan-Mu?”

Allah berfirman, “Benar.”

Adam bertanya, “Bukankah Engkau telah meniupkan ruh-Mu ke dalam diriku?”

Allah berfirman, “Benar.”

Adam bertanya lagi, “Bukankah ketika aku bersin, maka Engkau berfirman: “Yarhamukallah”, dan rahmat-Mu telah mendahului murka-Mu?”

Allah berfirman, “Benar.”

Adam bertanya, “Bukankah Engkau telah menetapkan diriku untuk melakukan hal ini?”

Allah berfirman, “Benar.”

Adam bertanya, “Bila aku bertaubat apakah Engkau akan mengembalikanku ke surga?”

Allah berfirman, “Benar.”

Al Hakim, al Baihaqi, dan Ibnu Asakir dari jalur Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari ayahnya dari kakeknya dari Umar bin al Khaththab, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Setelah Adam mengakui kasalahannya, ia berkata, “Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu dengan hak Muhammad, ampunilah aku.”

Allah berfirman, “Bagaimana kamu dapat mengenal Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya?”

Adam menjawab, “Wahai Rabbku, ketika Engkau menciptakanku dengan tangan-Mu, lalu Engkau meniupkan dari ruh-Mu ke dalam diriku, kemudian Engkau mengangkat kepalaku, maka aku melihat pada tiang-tiang Arsy tertulis: ‘Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.’ Dari situ aku mengetahui bahwa Engkau tidak menggabungkan sesuatu dengan nama-Mu melainkan ia adalah makhluk yang paling Engkau cintai.”

Allah berfirman, “Kamu benar wahai Adam, dia (Muhammad) adalah makhluk yang paling Aku cintai. Sekiranya kamu meminta dengan haknya, niscaya Aku akan mengampunimu. Sekiranya bukan karena Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.”

Sumber: Kisah Para Nabi dan Rasul/ Penulis: Al Hafizh Ibnu Katsir /Penerbit: Pustaka as-Sunah, 2007
[jsc]