Benarkah Film "BILAL" Tidak Islami? Sekuler? Begini Tanggapan Positif dari Seorang Ustadz di AS yang Sudah Nonton


Beberapa hari ini viral di sosmed Review Negatif atas film "BILAL" yang diputar di bisokop--bioskop Amerika Serikat (USA).

Review yang negatif ini (kurang islami, misi sekuler, dll) ditanggapi oleh Ustadz Fahmi Zubir yang bermukim di USA.

Berikut tanggapan (review) yang disampaikan Ustadz Fahmi Zubir melalui akun fbnya (7/2/2018):

"Film Bilal"

Banyak yang bertanya sama saya tentang film “Bilal”, katanya sekuler, dll.

Akhirnya kami nonton sekeluarga. Walhasil: mengharukan, bagus betul, dan model dakwah yang soft. Wisdom beyond the knowledge.

1. Nilai Dakwah

Sifat Da’wah itu: Tadarruj (bertahap), bathii’ (pelan-pelan), bahkan sifatnya Sho’bah (susah karena banyak tantangan). Jadi ada strategi dakwah agar message ini sampai sebelum ditolak.

Nah, film “Bilal” bentuk da’wah di dunia Entertainment. Film Bilal, cara mengenalkan sosok sahabat Rasul Saw secara soft, ditonton banyak non muslim yang bisa masuk pasaran bioskop-bioskop US theatre, Hebat kan? mudah-mudahan akan menyusul film-film lain..

2. Human Right

Message (pesan film) disini fokusnya: “Human Right”, equality, justice, freedom, no tirany, no rasist, no discrimation, etc.. ini permasalahan yang lagi kambuh lagi di US..

Hidden message: Islam itu justice, memperjuangkan equality, no discrimination, ayo kembali ke Islam.

3. Nilai Tauhid

Meski sangat soft performa Tauhid yang disampaikan, tapi sangat kental seperti simbol Ka’bah, penyebutan nama Ahad dengan “the only one god”. Gerakan Adzan, meski suara adzan tidak didengarkan tapi bentuknya teks. Juga, ada Fathu Mekkah, alias Mekkah menjadi Free dari tyrani berikut simbol-simbol patung pagans-nya yang dijadikan tuhan.

4. Wajah Islam damai

Terlepas ijtihad yang mungkin ada yang tidak setuju, performa wajah-wajah sahabat Rasul disana digambarkan sejuk dan damai (Abu Bakar, Ali bin Abi Tholib, Suhaib, Sa’ad, hamzah) wajah yang penuh berseri-seri.

Sementara wajah Rasist itu garang-garang.

5. Sopan tidak glamor

Film ini TIDAK menampilkan performa perempuan-perempuan jalang yang kebanyakan pelengkap suasana tyrant.

Sekali lagi, film ini segment-nya ke non muslim, jadi sedikit soft message-nya, dan common sense tanpa ada yang bertentangan dengan Islam. Vocal pointnya adalah Bilal is a Hero, menyuarakan freedom, justice, dan equality. Sangat aktual di zaman sekarang ini.

Pokok e Bagus deh..  👍 😊
Itu review saya..  😊

[Tambahan dari Ustadz Fahmi Zubir dikolom komentarnya:]

Sayang sekali kalau ada muslimin yang mem-boycott...

Sebenarnya tayangan aslinya ada Azan, dua kali malah.. di masjid Nabawi yang baru selesai pembangunannya Bilal adzan, dan juga di Ka’bah yang kejadian Fathu Makkah. Tapi, memang dipotong, suaranya tidak terdengar hanya gerak-gerak adzan dan suara diganti dengan subtitled teks..

Mungkin ini “tarik-menarik”. Kalau azan tetap didengarkan, film ini tidak dibeli (tidak bisa beredar di AS), tidak bisa dilihat oleh orang non muslim. Sangat sensitive memang. Inilah fiqhud dakwah.

Hanya ada 2 pilihan: Bilal yang hanya dikonsumsi muslim saja, tapi tidak naik ke theater imax, tidak dikenal non muslim.

Or

Bilal yang dapat dikenal orang seluruh dunia, sebagai sosok sahabat. Bahkan hidden message-nya adalah Islam is peace, human right, justice, etc.

Dengan membuat title (judul film) "Bilal", itu saja sudah berani. Nama sahabat lho..
Meruntuhkan berhala-berhala di Fathu Makkah itu sudah Hebat..

Masih tetap mau boycott? Sayang sekali.. seharusnya memahami kaedah ushul Fiqih: “ ما لا يدرك كله لا يترك كله " (Apasaja yang tidak bisa dikerjakan sempurna, jangan ditinggalkan semua).

Ini juga yang harus kita pahami

“wisdom beyond knowledge”..

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10210430955842964&id=1615832258

***

Peraih "The Best Inspiring Movie"

"Bilal: A New Breed of Hero" adalah film aksi petualangan animasi 3D yang diproduksi oleh Barajoun Entertainment yang berbasis di Dubai UEA. Naskah ditulis oleh Ayman Jamal, digarap selama 8 tahun oleh 250 animator.

Film Ini menggambarkan kehidupan Bilal ibn Rabah, yang dikenal dengan suaranya yang indah, dibebaskan dari perbudakan oleh Abu Bakar Ash-Shidiq, menjadi muadzin Rasulullah, dan bangkit ke posisi yang menonjol dari seorang budak menjadi pahlawan Islam pada tahun 632 Masehi.

Film Bilal ini ditayangkan perdana pada tanggal 9 Desember 2015 di Festival Film Internasional Tahunan ke-12, dan kemudian dirilis di seluruh wilayah MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara) mulai tanggal 8 September 2016.

Film Ini mendapat ulasan positif dan merupakan film box office. Film ini memenangkan "The Best Inspiring Movie" pada Hari Animasi selama Festival Film Cannes dan "Film Inovatif Terbaik" di BroadCast Pro Middle East Award. Film Bilal ini juga dinominasikan untuk Best Animated Feature Film di Asia Pacific Screen Awards atau "APSA", penghargaan tertinggi di kawasan ini untuk film.

Hampir dua tahun setelah diluncurkan (2016), film ini akhirnya berhasil masuk ke Amerika (2018).

Apakah akan tayang juga di Indonesia?

Berikut Trailernya...

Baru liat trailernya aja dah WOW banget nih film.... Amazing!



Sumber: [pii]