Derita Akibat Blokade, Anak-Anak Gaza: "Ke Mana Dunia?"


Anak-anak Gaza dilaporkan telah datang berkumpul atas undangan komunitas yayasan sosial di bawah tema “Save Gaza.” Mereka berkumpul untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Gaza telah memasuki fase tumbang, Ahad (4/2/2018).

“Tinggikan suara kalian agar didengar dunia. Selamatkan Gaza dan cabut blokade,” teriak Abdul Hamid, salah seorang peserta aksi yang berdiri di antara ribuan peserta lain.

Abdul Hamid menyatakan, anak-anak Gaza hidup di antara ‘palu’ panti asuhan dan ‘pilar’ pengepungan. Ribuan anak yang telah kehilangan ayah mereka dalam tiga kali perang dengan Israel berteriak “Kenapa kami dikepung? Kenapa listrik kami diputus? Kenapa kami dilarang berobat dan belajar? Kelaparan mulai merasuk kami, bayi-bayi mati di ruang inkubator.”

Lalu Abdul Hamid kembali bertanya, “Ke mana dunia? Mana hak-hak anak Palestina yang diakui sejumlah piagam dan konvensi internasional?”

Setahun lebih tua dari Abdul Hamid, Muhammad Abu Syamlah, 13, kemudian berbicara tentang kehidupan yang diharapkan anak-anak Gaza.

“Kami ingin hidup terhormat, tak mau hidup dalam kehinaan dan aib. Oleh karena itu, bukalah perlintasan bagi kami dan biarkan anak-anak berobat keluar,” ungkap Abu Syamlah.

Abu Syamlah berharap agar dunia memenuhi makan anak-anak Gaza dan semua bayi yang lahir di sana. Dunia harusnya memenuhi kebutuhan air mereka yang 95% telah tercemar polusi.  [islampos]