Keluarga Syok, Tak Menyangka Jefri Meninggal Tak Wajar di Tangan Densus 88


Lampung – Kabar kematian terduga teroris tanpa proses peradilan di tangan Densus 88 kembali mencuat. Muhammad Jefri (MJ) (32th ), warga Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat diamankan oleh Densus 88 dalam keadaan sehat pada Rabu (07/02/2018) dan dikabarkan tewas sehari setelahnya. Polisi menyebut-nyebut bahwa MJ memiliki hubungan dengan terpidana teroris yang saat ini berada di Lapas Cipinang, Ali Hamka.

Guna menyingkap tabir kematian MJ, Kiblat.net mencoba mencari informasi dari pihak keluarga di Desa Kapuran, Pasarmadang, Kota Agung, Tanggamus, Lampung, yang sekaligus menjadi tempat persemayaman terakhir MJ. Perjalanan menuju rumah duka memakan waktu sekitar empat jam dari kota Bandarlampung, menggunakan mobil pribadi.

Pemukiman keluarga MJ mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, yang tidak banyak tahu perkembangan info berita dan hukum. Letak rumah duka tepat berada di pinggir laut.

Siang menjelang petang wartawan Kiblat.net, Hafizh Syarif tiba di rumah duka. Kedatangan Kiblat.net disambut hangat oleh warga sekitar dan keluarga. Sayangnya, ayah kandung MJ, Mukri tidak bisa ditemui langsung. Sejak pagi ia diketahui tidak berada di rumah. Adik kandung MJ, Aci lah yang akhirnya menyambut dan berbincang santai terkait musibah yang menimpa satu-satunya kakak tercinta.

Mendengar kabar duka kematian kakaknya, Aci menuturkan bahwa keluarga langsung syok. Keluarga tak menyangka ajal menjemput MJ dengan cara yang tidak jelas. Bahkan keluarga di Lampung tidak sempat mendengar adanya penangkapan MJ oleh Densus 88, hanya mendapat info kalau MJ telah tiada.

“Mendengar kabar meninggalnya kakak, kami sekeluarga syok banget. Sebab yang kita tahu beliau sehat-sehat saja. Bahkan lima bulan sebelumnya sempat berkunjung ke sini bersama istri dan anaknya,” kata Aci kepada Kiblat.net di kediaman rumah duka, Selasa (13/02/2018).

Adik MJ dari tiga bersaudara itu mengungkapkan, setelah diinformasikan bahwa MJ meninggal, keluarga diberangkatkan ke Jakarta untuk menjemput jenazahnya. Di rumah sakit yang keluarga tak sempat mengetahui lokasi tepatnya, keluarga diperlihatkan kondisi jenazah MJ. Jenazah dibawa ke Lampung dan tiba di rumah duka waktu Shubuh lalu dimakamkan sekitar pukul 06.00 pagi, Sabtu (10/02/2018).

“Keterangan dokter kepolisian, bahwa almarhum meninggal karena penyakit dalam, tetapi menurut saya semenjak menikah tidak pernah mengidap penyakit dalam. Sehingga tidak mungkin sebegitunya hingga meninggal. Namun, mau bagaimana itu sudah ajalnya,” katanya.

Aci menuturkan sang kakak adalah orang yang baik kepada keluarga dan lingkungan. Sehingga keluarga dan warga di Lampung ini tidak percaya bahwa almarhum dituduh sebagai teroris.

“Kakak saya sudah meninggal tidak perlu diungkit-ungkit lagi, hanya membuat sedih. Biarlah kakak saya tenang di sana. Pemberitaan yang beredar menggambarkan bahwa kakak saya tidak pernah pulang selama 12 tahun, kami tidak terima akan pemberitaan bohong itu tidak ada konfirmasi ke kami. Fitnah yang hanya memperburuk citra,” ujarnya.

Sumber: Kiblat