Lagi-lagi Tokoh Ulama Diteror, Kali ini Pelakunya Bawa Pistol ke Acara Maulid


Teror terhadap tokoh agama kembali terjadi. Kali ini menimpa Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Anwar di Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

Pimpinan Ponpes, KH Muhammad Nuryadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (17/2). Ketika itu, Ponpesnya tengah menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Buya Nur-sapaan Kiai Nuryadi-, awalnya tidak curiga sama sekali bahwa orang tersebut adalah orang yang diduga gila yang tengah mencari dirinya. Bahkan, dia sempat memanggilnya untuk duduk di depan.

“Dia datang magrib pake pakaian rapih, pakai jas,” ungkap Nuryadi sebagaimana dilansir Jabar Ekspres (Jawa Pos Grup), kemarin (21/2).
Namun, tak berapa lama Buya Nur mendapat laporan dari para santrinya bahwa orang yang disuruh duduk di depan tersebut, sudah sedari siang mengawasi gerak-geriknya.

Kecurigaan tersebut terungkap setelah pelaku ditangkap dan digeledah. Hasilnya, orang itu membawa senjata api.

“Namun berdasarkan pengakuan dia, katanya hanya senjata mainan. Gak lama datang polisi, langsung diamankan,” jelas dia.

Buya Nur mengatakan, aneh jika yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Sebab, dari penampilannya tidak sedikitpun menunjukan adanya ketidakwarasan.

Bahkan, Nuryadi memastikan bahwa pria tersebut memakai anting dan mengenakan rambut palsu, persis seperti orang yang menutupi identitas dirinya.

“Ngapain kalau gila hadir ke acara Maulid bawa pistol, pasti ada tujuannya karena kalau pistol mainan kan dari plastik. Pistol yang dibawa dia itu dari besi,’’ katanya.

Buya Nur menduga, ada rahasia dibalik orang tersebut dengan membawa pistol. Sebab, ketika perayaan Maulid Nabi banyak ustad yang hadir dari luar Kota Cimahi.

Kendati begitu, dia tak mau berprasangka buruk menuduh orang tanpa didasari bukti.
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya,” pungkasnya.

Sumber:[jawapos][hkc]