Pembela Banser Ngeyel Soal Sa'i Sambil Nyanyi, Begini Tamparan Keras Dubes Arab Saudi


Sekelompok oknum masih bersikeras membela perbuatan Banser-Ansor yang menyanyikan nasyid Ya Lal Wathan saat sa’i.

salah satunya adalah pemegang akun twitter Nadirsah Hosen mengomentari kritik yang disampaikan Azzam M Izzulhaq.

“Tindakan bernyanyi di Masjidil Haram, apalagi di tempat Sa’i yg mustajab bukan saja memalukan Nahdhatul Ulama. Tapi juga memalukan Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia.

Lu kira keren? Kagak!” tulis Azzam melalui laman twitternya.

Nadirsah Hosen kepanasan mendapat komentar Azzam, sehingga ia berkomentar “Komentar @AzzamIzzulhaq ini bukan berdasarkan ilmu, hanya karena kebencian thd Banser dan NU. Dia tidak tahu Umar bin Khattab pun berdendang saat haji. Syi’ir dan nasyid pun dibolehkan saat haji & umrah. Ini penjelasan dari kitab Syarah al-Yaqut an-Nafis fi Mazhab Ibn Idris.”

Mereka berpendapat, menyanyi saat sa’i diperbolehkan karena Khalifah Umar bin Khaththab pun pernah bersayair saat sa’i.

Menyikapi kejadian yang heboh di seantero Indonesia bahkan disebutkan mengganggu hubungan diplomatis Saudi-Indonesia, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Osama bin Muhammad Al-Shuaibi mengecam tindakan tersebut.

“Hal seperti itu tidak pantas dan tidak boleh,” kata Ustadz Fahmi Salim menerjemahkan pernyataan Osama di Jakarta, Selasa (27/2/18).

Jika menyanyikan sebuah lagu diperbolehkan, lanjut Fahmi menerjemahkan pernyataan Osama, maka hal itu akan diikuti oleh jamaah lain dan berpeluang menimbulkan kegaduhan.

Osama mengingatkan, sa’i sebagai salah satu rangkaian dalam ibadah haji dan umrah hendaknya diisi dengan memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala.

Menurut Osama, mereka yang bernyanyi saat sa’i karena ketidaktahuannya, meski ia berasal dari oknum ahlus sunnah wal jama’ah juga.

“Mungkin itu karena ketidaktahuan. Kita tidak menyatakan aqidah mereka rusak.” lanjut Fahmi menerjemahkan pernyataan Osama.

Osama menegaskan, pernyataannya ini merupakan peringatan sebagai sesama Muslim juga sebagai salah satu pejabat Kerajaan Arab Saudi.

Sumber: [dmc]