"Penghadangan Anies dan Kecelakaan Proyek Infrastruktur", Apakah Jokowi Sedang Menghitung Hari?


Ini adalah pekan yang sangat berat buat Presiden Joko Widodo. Dua kejadian tak terduga terjadi secara beruntun. Memukul telak tepat ke jantung Istana.

Pertama dari ajang final Piala Presiden. Laga Persija Jakarta dan Bali United dihelat pada Sabtu, 17 Februari malam. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Macan Kemayoran. Tapi bukan Mario Simic, pencetak dua gol indah Persija yang jadi buah bibir, melainkan Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta itu tentu saja tak ikut bermain. Anies menjadi penonton, satu baris dengan Jokowi di kursi VVIP. Juga Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan beberapa menteri.

Pada awalnya semua berlangsung normal. Suasana cair. Senyum mengembang dari tamu-tamu kehormatan itu. Jokowi bahkan sempat berselfie ria. Saat Simic mencetak gol, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Anies sambil berdiri dan tertawa.

Tapi sebuah insiden tak terduga terjadi. Cepat dan tak banyak yang memperhatikan. Anies dihadang seorang Paspampres ke podium untuk memberikan ucapan selamat kepada pemain Persija. Sementara, Jokowi dan rombongan sudah melenggang turun, Anies tetap berada di atas. Selebrasi juara Persija pun hanya dilihat Anies dari kejauhan. Tangan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan tak sempat digenggam orang nomor satu di DKI Jakarta itu.

Siapa yang menduga jika peristiwa penghadangan ini direkam oleh seorang penonton. Durasinya singkat. Tak sampai 1 menit. Video tersebut viral. Media sosial pun heboh. Anies jadi buah bibir.

Dukungan kepada Anies dan hujatan kepada panitia yang dikomandani politisi PDIP Maruarar Sirait menghiasi media sosial. Anies dipersepsikan sebagai sosok yang dizalimi. Pujian dan sokongan terus mengalir.

Akun facebook dan instagram Jokowi jadi korban. Di facebook, lebih dari 200 ribu komentar membanjiri. Di instagram bahkan mencapai setengah juta. 90% isinya mendukung Anies dan mencaci Jokowi. Istana panik. Tim Admin pun berusaha menghapus komentar negatif kepada Jokowi.

Kedua, kecelakaan proyek infrastruktur Tol Becakayu di Kebon Nanas, Jakarta pada Selasa (20/2) pagi yang melukai 7 orang pekerja. Ini menambah daftar panjang kecelakaan proyek infrastruktur di masa Jokowi.

Sampai-sampai Menteri PUPR Basuki Hadimuljono gusar dan menghentikan sementara proyek infrastruktur besar.

"Ini memang selama dua tahun ada 14 kali kan, ini yang ke-14 (kecelakaan konstruksi). Makanya kita hentikan dulu, iki ono opo (ini ada apa?)," kata Basuki kepada wartawan sesuai menerima Anugerah Herman Johannes Award di Balai Senat UGM, Selasa (20/2/2018).

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut kondisi ini seperti angkot yang mengejar setoran.

"Percepatan pembangunan proyek infrastruktur tampaknya dikerjakan seperti sopir angkot mengejar setoran. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya," ujarnya.

Situasi demikian hanya tinggal menunggu jatuhnya korban, seperti menanti giliran dapat arisan.

"(Selanjutnnya) siapa? Ya kita tinggal arisan saja siapa yang kebetulan ada di bawah underpass, di kolong, ya kita (pertaruhkan) nyawa saja," kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagio Senin (12/2/2018).

Dua peristiwa ini jadi ancaman serius buat Jokowi. Penghadangan Anies membuat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memperoleh simpati. Di sisi lain, menggerus elektabilitas Jokowi. Begitu pula proyek infrastruktur yang alih-alih membuat citra Sang Presiden positif, tapi justru sebaliknya.

Kepanikan terlihat jelas.Tak bisa disembunyikan. Perubahan sikap Maruarar Sirait sebagai Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden salah satu indikasinya. Awalnya defensif dan tak mengakui penghadangan Anies, keesokan harinya langsung minta maaf.

Begitu juga Tim Admin facebook dan instagram Jokowi yang siang malam menghapus komentar dari netizen. Tampak jelas sebuah kepanikan yang luar biasa.

Apakah pertemuan Jokowi dan Megawati di Istana Batu Tulis, Bogor, Selasa (20/2) malam lalu juga bagian dari kepanikan tersebut?


Kita tak tahu pasti. Yang saya tahu hanya lagu Krisdayanti yang hits di era 90-an. Judulnya: Menghitung Hari.

Menghitung hari...detik demi detik...

Apakah Jokowi juga sedang menghitung hari?

Wallahua'lam

Erwyn Kurniawan

Sumber: [wajada.net]