Salut!! Aktivis Swedia Ini Rela Berjalan Sejauh 5000 km Untuk Bela Palestina


Seorang aktivis Swedia berusia 25 tahun telah memulai perjalanan dari Swedia ke Palestina untuk meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah pendudukan.

Benjamin Ladraa mengatakan bahwa ia sangat tergerak dengan perjalanan selama tiga minggu ke Palestina pada April lalu, sehingga dia memutuskan untuk “memberitahu dunia tentang situasi di Palestina”, lansir Al Jazeera pada Sabtu (10/2/2018).

“Saya terkejut dengan apa yang saya lihat di sana, melihat semua dinding, tentara berjalan di sepanjang jalan membawa senapan mesin M-60. Saya mendengar cerita tentang 300 anak di dalam penjara, pemerkosaan di rumah-rumah.”

“setelah tiga minggu, saya kembali dan ingin melakukan sesuatu untuk meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia di Palestina,” ujar Ladraa yang lahir dari orang tua Yahudi.

Ia menghentikan pendidikan dan pekerjaannya, dia memulai perjalanan 5.000 Km dari Gothenburg, Swedia ke Palestina pada 8 Agustus tahun lalu.

Ladraa selalu bergerak, membawa bendera Palestina di punggungnya dan sebuah kafayeh simbol, simbol kemerdekaan Palestina, di balik bahunya.

Salah satu Foto Benjamin Ladraa

Setiap hari adalah pengalaman berbeda untuknya, katanya. Terkadang ia tidur di tendanya, atau di hostel. Makan malam bisa berarti makan makanan kalengan dengan api unggun, atau makan bersama tuan rumah yang dia temui selama perjalanannya.

Ladraa kadang melakukan ceramah, di mana dia mengatakan kepada pendengarnya apa yang ia lihat selama perjalanannya menuju Palestina.

Kecuali beberapa insiden, dia mengatakan bahwa kebanyakan orang menyambutnya.

Di Praha, katanya, dia ditahan oleh penjaga kedutaan “Israel” karena dia membawa bendera Palestina. Ia dibebaskan setelah satu regu penjinak bom memastikan dia tidak berbahaya.

Namun, para penjaga menandai paspornya dan Ladraa khawatir pasukan perbatasan tidak akan membiarkan dia memasuki Palestina.

“Rencananya adalah melanjutkan melalui Bulgaria, Turki, Suriah, Libanon dan lagi-lagi melalui Suriah menuju Yordania, dan jika saya tidak dapat masuk ke Palestina, saya akan mencoba mengonfirmasikan media tentang hal itu,” ujarnya.

Dia memposkan foto perjalanannya di akun Facebook dan Instagram dengan tagar #walktopalestine.

Ladraa, yang sesekali bekerja untuk Palang Merah, menabung sekitar satu tahun untuk perjalanannya ini. Dia bilang dia telah menjual semua miliknya. Terkadang, dia menerima sumbangan.

Dia berharap bisa menyelesaikan perjalanannya pada bulan Juni atau Juli.

“Saya pikir semua orang bisa dan harus memberi sedikit waktu untuk melakukan sesuatu untuk orang lain,” ujar Ladraa yang berangkat dari Belgrade pada Sabtu (10/2).

Sumber: Arrahmah