Seorang Mahasiswa Muslim Dilecehkan Ketika Sedang Shalat, Sekolah Tinggi Ekonomi Inggris Meminta Maaf


Kepala Departemen Hukum di London School of Economics (LSE) di Inggris dilaporkan telah meminta maaf kepada seorang mahasiswa Muslim. Ia meminta maaf setelah petugas keamanan LSE mengganggu secara fisik dan verbal ketika mahasiswa Muslim tersebut tengah shalat.

“Pihak LSE tengah menyelidiki ‘tuduhan serius’ terhadap mahasiswa Muslim. Adapun petugas tersebut telah dipecat dari tugasnya sambil menunggu penyelidikan,” kata seorang juru bicara LSE.

Menurut laporan Islam21c, sebuah video insiden ‘pelecehan’ dimuat di cuplikan Facebook yang menunjukkan petugas keamanan LSE melecehkan Banu Hammad, seorang mahasiswa Hukum yang tengah shalat.

LSE memang telah menyediakan fasilitas shalat bagi para mahasiswa Muslim. Diduga Hammad berjalan ke fasilitas tersebut di seberang kampus. Lalu Hammad menemukan sebuah sudut yang tenang dan mulai shalat sebelum penjaga keamanan melecehkan dan menyiksanya.

Dengan tergesa-gesa, rekaman video menunjukkan penjaga keamanan merampas ponsel Hammad. Selain itu, penjaga kemanan tersebut menghina Hammad dan diduga menyerang Hammad mendorongnya ke dinding.

Seiring dengan permintaan maaf manajer, Manajer Keamanan LSE Richard Mulcahy juga menerima laporan resmi soal pelecehan tersebut.

Tim Nasihat dari Serikat Mahasiswa LSE (SU) juga telah menyatakan penyesalannya bahwa seorang “Mahasiswa telah mengalami hal baruk.”

Selanjutnya, LSE SU Islamic Society merilis sebuah pernyataan resmi di Facebook yang mengatakan bahwa mereka “Menemukan tindakan Islamofobia yang terjadi di kampus LSE pada hari Kamis, 8 Februari 2018 yang sangat memprihatinkan.”

Sumber: ABOUTISLAM
[islampos]